Lisan terkadang dapat mengangkat derajat si pemilik lisan tersebut kepada derajat yang paling tinggi.

Namun lisan juga terkadang dapat menjerumuskan si pemilik lisan tersebut kepada tingkatan yang paling rendah. 

Nabi Muhammad SAW bersabda; “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim)

Ulama besar Syafi’iyyah,  Imama AnNawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim saat menjelaskan hadits ini mengatakan; ”Ini adalah dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, 
‘Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.’
(HR. Bukhari dan Muslim). 
Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, hendaknya merenungkan dalam dirinya sebelum berucap. 

“Jika memang ada manfaatnya, maka dia baru berbicara, Namun jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya (Diam)” 

Itulah manusia, dia menganggap perkataannya seperti itu tidak apa-apa, namun di sisi Allah itu adalah suatu perkara yang bukan sepele. Allah Ta’ala berfirman, “Kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An Nur [24] : 15)

Iklan