JUJUR adalah kata yang mudah diucap, namun sulit untuk didapat.

Kejujuran seseorang akan menentukan gerak langkahnya dalam meniti jalan hidup untuk menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jujur adalah sumber segala kebaikan, sedangkan dusta adalah sumber segala malapetaka.

Ketika seseorang telah berbuat jujur terhadap sesamanya, maka akan banyak orang merasa diuntungkan olehnya.

Tetapi jika seseorang telah berbuat dusta, maka ribuan orang akan merasa dirugikan olehnya.

“Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar- mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.” Proverb

Nasib akhir orang yang serong hatinya sudah dapat dipastikan. Ia tidak akan bisa hidup bahagia.

Dalam bahasa Inggris lebih jelas lagi ” One whose heart is corrupt does not prosper; one whose tongue is perverse falls into trouble.” Orang yang tidak setia akan menemui malapetaka.

Dan lidah dusta dapat mengundang malapetaka. “A bad motive can’t achieve a good end; double–talk brings you double trouble.”

Dari Abdullah bin Amr :”Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw lalu berkata : “Ya Rasulullah..! Apakah perbuatan (yang dapat masuk) surga itu?”. Beliau saw sabda : “Jujur, jika seorang hamba jujur maka ia telah melakukan kebaikan dan jika ia melakukan kebaikan maka ia beriman dan jika ia beriman maka ia akan masuk surga”. Lalu bertanya lagi : “Ya Rasul Allah.. Apakah perbuata neraka itu ?”. Beliau saw bersabda : “Berdusta, jika seorang hamba berdusta maka ia telah melakukan kejahatan dan jika ia melakukan kejahatan maka ia telah kufur dan siapa yang kufur maka ia akan masuk neraka”