CINTA  RASULULLAH

Kecintaan terhadap Rasulullah, akan membawa Muslim sebagai pribadi yang terjaga. Ini lantaran cinta membawanya tetap dalam koridor sunah yang telah Rasul gariskan. Tak ada yang bisa menandingi kekuatan cinta kepada Rasulullah. Bahkan, hanya bermodal cinta yang tulus dan hakiki, seorang sahabat berhak mendapatkan surga.     

Sebuah hadis riwayat Anas bin Malik mengisahkan tentang keutamaan cinta Rasulullah. Suatu ketika, sahabat bertanya tentang kapankah kiamat akan tiba. Rasul membalas, “Apa sajakah persiapan yang telah engkau tempuh?” Tak ada apa pun yang ia persiapkan, kecuali kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kecintaan itu pun berbuah manis. “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai,” sabda Rasul.

Subhanallah

Kala zaman dan peradaban berkembang, kecintaan itu mulai terkikis. Tak sedikit umat yang kian terjauh dari teladan Rasulullah. Cinta terhadap Rasul, bukan lagi orientasi hidup mereka. Kecintaan itu tergerus dengan ‘penghambaan’ pada materi. Menghidupkan sunah Rasulullah adalah keniscayaan. Ini agar muncul kembali rasa cinta terhadap Baginda Rasul.

Jika ingin dekat dengan Rasul, ikuti segala perintah dan sunah yang pernah ia lakukan. Hanya dengan ketaatan itulah, maka cinta akan terbukti. “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3]: 31).

السلام عليك يا رسول الله .. السلام عليك يا حبيبي يا نبي الله

Salam atasmu wahai Rasulullah,, Salam bagimu wahai kekasihku, wahai Nabi Allah
image