وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Walaqod na’lamu annaka yadhiiqu shodruka bima yaquuluuna fasabbih bihamdi rabbika wa kun minas sazidiina wa’bud robbaka hatta ya’tiyakal yaqiin.

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr : 97-99)

tiga ayat terakhir surat Al-Hijr ini bisa menjadi renungan akan keyakinan, khitob pada ayat ini adalah Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam, yang juga berlaku buat semua ummatnya ketika merasa sesak sempit didalam dada karena ucapan or perbuatan orang lain.

Hmm Sekelas Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasalim saja masih merasakan sempit didada, kendati segera dihibur dengan solusi yg sangat jelas dari Allah, dan hal ini membuktikan memang perjalanan hidup itu penuh dengan warna-warni, yg terkadang bahagia dan tak jarang juga merasakan susah.

Namun jangan terlalu khawatir akah hal itu, karena Allah sudah siapkan cara jitu buat merubah duka menjadi bahagia, dan ibarat buat makanan resep’ini pasti paling bagus dan pasti berhasil, karena langsung dari pemilik semesta.

Firman diatas telah jelas bahwa mengajarkan bahwa harus haqul yaqin saja, dengan mensucikanNya, memujiNya, tidak meninggalkan sholat serta berserah dan taqwa kepadanx, dan yaqin juga dengan perbuatan itu Allah pasti membantu semua urusan-urusan yg sekiranx sulit untuk kita.

Andai kalian mengenal Allah dengan sebenarnya, maka gunung akan hancur karena do’a kalian’ (alhadits).

Ehmm Gunung saja bisa hancur, apalagi hanya masalah yg sedang kita hadapi. Tetap yaqin dengan sepenuh hati, dan nikmati sisa hidup dengan indah.

Waallahu ‘alam