لَٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taubah : 88)

Berjuang dijalan Allah yangpaling utama itu dengan harta baru dengan jiwa, redaksi ini secara berulang dengan susunan yang sama terjadi dalam al-quran, selalu harta lebih utama dibanding jiwa.

Idealnya seperti ayat diatas, rosul dan para sahabat berjuang dengan harta dan jiwa beriringan, merekalah orang2 yang mendapat banyak kebaikan dan beruntung.

Besok ‘lebaran yatim’, jangan perdebatkan istilah tersebut, karena seharusnya mereka ‘lebaran’ setiap hari, dan bukan cuma 10 Muharrom saja.

Besok adalah moment buat mengingatkan orang2 yang dikasih kaya oleh Allah, jangan lupa berbagi, mereka anak2 nabi saw butuh perhatian lebih dari mereka yang berharap mendapat ridho Ilahi Robbi.

Memberi karena Allah PASTI akan mendapat banyak kebaikan dan PASTI beruntung, berulang janji tersebut Dia firmankAn, bila tak berani melakukannya, rasanya perlu diingatkan diri sendiri, bahwa semuanya dari Allah dan hanya titipanNya saja, semoga akan tergugah berlomba berbuat kebaikan.

Keluarkanlah harta dijalanNya, sebelum Dia memaksa buat ‘mengambilnya’ dengan berbagai musibah dan berbagai penyakit yang terasa.

Anak yatim adalah anak2 Rosulullah, mereka istimewa, tangisannya menggetar arsy Allah, senyumnya mengundang keridoanNya.