“Berkurbanlah…”

حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ أَبُو مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adhha) yang lebih dicintai oleh Allah selain dari pada mengucurkan darah (hewan kurban). Karena sesungguhnya ia (hewan kurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Tirmidzi : 1413)

Hari ini kita sudah berada dibulan dzulhijjah, jutaan saudara kita sudah berada di dua kota suci, mereka sdg menantikan hari-hari jelang datangnya pelaksanaan ritual sakral ibadah haji, dan mereka sedang berkurban buat ‘membeli’ syurgaNya, sedang bagi mereka yang tidak berhaji tahun ini maka dianjurkan berpuasa sunnah sejak tanggal 1-9 dzulhijjah, atau paling tidak pada berpuasa dihari tarwiyah dan hari arofah.

Cinta memang perlu diuji, cinta bukan hanya sebatas susunan kata yang terangkai dan kemudian dikumandangkan, karena bila hanya demikian adanya, banyak orang yang mampu melakukannya, tetapi cinta yang sejati adalah cinta yang harus dengan pembuktian, cinta sejati ‘menuntut’ pengorbanan, cinta sejati akan melahirkan keberanian buat memberi kepada kekasih hati.

Cinta sejati kita hanya untuk Allah, Dia yang setiap detik terus mendampingi, Dia yang tak pernah ‘tertidur’ demi selalu melihat, memberi dan memenuhi semua kebutuhan kita, maka saatnya kita berani melaksanakan perintah seperti hadits kali ini, berkurbanlah…, karena yang kita lakukan demi mendapat keridhoan dari kekasih pujaan hati, Dia-lah Yang Maha sempurna dan Maha Indah.

Berkurban adalah amalan yang paling disukai Allah dibulan ini, maka melakukannya adalah pembuktian dari sebuah pengakuan cinta kepadaNya, tak ada yang perlu dijadikan alasan buat menunda, karena Dia akan membalas dengan berlipat dari semua yang telah dilakukan oleh hambaNya, Dia enggan ‘berhutang’ kepada kekasihNya.

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan”.
(QS. 46:19)

Kemauan berkurban dari seseorang, menunjukan kedudukannya dihadapanNya, maka lakukanlah segera, karena janjiNya adalah nyata, tiada dusta dan semua benar adanya.

Bila memang benar cinta kepadaNya, maka harusnya rela melakukan apa saja, apalagi hanya sekedar berkurban di bulan ini, apalagi semuanya akan diganti dengan keridhoan dariNya.

Berkurbanlah… Karena cinta memang membutuhkan pengorbanan.

Wallahu A’lam Bisshowaab.
Selasa 7 Oktober 2013