حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقُضَاةُ ثَلَاثَةٌ قَاضِيَانِ فِي النَّارِ وَقَاضٍ فِي الْجَنَّةِ رَجُلٌ قَضَى بِغَيْرِ الْحَقِّ فَعَلِمَ ذَاكَ فَذَاكَ فِي النَّارِ وَقَاضٍ لَا يَعْلَمُ فَأَهْلَكَ حُقُوقَ النَّاسِ فَهُوَ فِي النَّارِ وَقَاضٍ قَضَى بِالْحَقِّ فَذَلِكَ فِي الْجَنَّةِ

Dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya bahwa Nabi SAW bersabda: “Hakim itu ada tiga, dua di neraka dan satu di syurga: seseorang yang menghukumi secara tidak benar padahal ia mengetahui mana yang benar, maka ia di neraka. Seorang hakim yang bodoh lalu menghancurkan hak-hak manusia, maka ia di neraka. Dan seorang hakim yang menghukumi dengan benar, maka ia masuk surga.”
(HR. Tirmidzi : 1244).

Ibu pertiwi kembali ‘menangis’, dan rasanya terus akan menangis tanpa henti, karena banyak OKNUM pemimpin bangsa ini yang semakin mati hati nurani, mereka ‘buta’, mereka ‘tuli’, mereka tak pernah puas dengan harta dan kedudukan yang mereka miliki, mereka tak malu ‘menghirup’ darah rakyatnya sendiri, sungguh sebuah potret yang memilukan dan sekaligus pembuktian kebenaran dari pesanNya dan RosulNya, bahwa dunia teramat menipu dan menggoda, bila tidak memiliki iman di dada.

Hakim nomor satu di Indonesia menjadi tersangka kasus korupsi, yang biasa mengadili kini sedang diadili, pembela kebenaran kini sedang memperlihatkan sebuah kesalahan, betapa menyedihkan dan memalukan, tetapi begitulah ‘perangkap’ syeitan, ia akan menyusup kedalam setiap jiwa, agar tak henti menumpuk harta, bahkan rela menghalalkan berbagai cara.

Hadits ini menjadi semakin benar adanya, dari 3 hakim hanya satu saja yang akan masuk syurga dan sisanya berada dalam siksa neraka, hadits ini juga mengisyaratkan banyaknya penegak hukum yang tak pandai mengemban amanah dan justru akan menjadi petaka baginya, cukuplah menjadi pelajaran buat kita semua, agar semakin waspada dalam mengemban amanah, terlebih mereka yang disebut sebagai penegak hukum atas nama kebenaran.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. 6:165)

Allah yang menjadikan manusia sebagai penguasa, Allah juga yang meninggikan kedudukan hambaNya diatas sebagian lainnya, tetapi semua adalah ujian dariNya, bila tak cakap menyikapinya maka akan seperti AM atau orang2 yang sekarang dibalik jeruji karena tamak dan tidak amanah dengan jabatan yang mereka punya, menghabiskan waktu senja dengan berbalut ‘aib’ karena ulah yang kelewatan serakah.

Allah selalu melihat perbuatan hambaNya, tak ada yang bisa disembunyikan, Dia akan menghukum setiap kesalahan seperti Dia juga menjanjikan keberlimpahan karunia bagi hambaNya yang selalu dalam kebaikan dan keta’atan.

Dunia hanya sebentar saja, ada alam kubur yang sudah menanti, dan waktunya akan ada hari ‘peradilan’ yang sesungguhnya, janganlah terpedaya dan segeralah siapkan bekal ‘perjalanan’ selanjutnya.

Wallahu A’lam Bisshowab.