حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik hari pada saat matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itulah Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu juga dia dikeluarkan dari surga, dan tidak akan terjadi Kiamat kecuali pada hari Jum’at”. (HR. Turmudzi : 450)

Allah melebihkan kemuliaan Makkah dari segala negeri, Dia juga melebihkan kemuliaan Romadhon dari seluruh bulan yang ada, Dia memuliakan Lailatul Qodar melebihi semua malam (semoga keutamaannya kita dapatkan di romadhon tahun ini), dan Dia memberikan keistimewaan hari Jum’at dari hari2 yang lainnya, Allah berhak melakukan dan menentukan apa saja, karena Dia Maha Agung dan Maha Mulia.

Saat ini, kita berada didua keadaan istimewa, berada dibulan paling mulia dan hari yang juga paling mulia, boleh jadi ini merupakan kali terakhir kita mendapatkan keistimewaan berada di dua waktu mulia, maka sepantasnya mereka yang benar percaya kepada janji nabi, akan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki buat meraih banyak karunia pahala, tentunya dengan memaksimalkan ibadah, hanya untukNya dan demi mendapat ridhoNya.

Hari ini, merupakan jum’at terakhir yang kita temui di penghujung syawal tahun ini, siapa saja yang berdo’a kebaikan maka Allah akan mengabulkannya, ‘pintu’ langit terbuka lebar, menanti do’a2 dari hamba2 yang mengharap belas kasihNya, tak ada yang perlu dikhawatirkan bila benar memiliki Allah, karena ‘kemampuanNya’ tidak berbatas oleh apapun, Dia Maha segala.

Jum’at adalah sayyidul ayyam (penghulu semua hari), maka memohonlah sebanyak-banyak kebaikan, buat di dunia ataupun kehidupan setelahnya, Allah teramat dekat dengan hambaNya, beranjaklah segera dan mendekat kepadaNya, karena segala kebutuhan kita berada dalam genggamanNya.

Dia yang telah menentukan kita semua berada di dunia ini, dia yang kelak mematikan kita dan kepadaNya kita semua kembali, lalu saat itulah kebahagiaan yang sebenarnya.

Manfaatkan jum’at hari ini dengan segenap kemampuan dan kedudukan yang dimiliki, agar kapanpun Allah ‘memanggil’ kita, tiada sesal dan tiada ketakutan.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. 62:8)

Wallahu A’lam Bisshowaab.