حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Dari Hudzaifah bin Al Yaman, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. Turmudzi : 2095)

Perempuan Indonesia sedang mendapat ujian, para orangtua semakin mendapatkan tantangan menjaga putri-putrinya dari pengaruh budaya orang2 yang menantang hukum Allah, dan anehnya pemerintah memberikan restu, semakin kentara bukti pemimpin tak sayang kepada rakyatnya, mereka semakin menunjukan ketidakpedulian kepada akhlak anak2 penerus bangsa.

Contohlah ajang Miss World, sebuah ajang kontes kecantikan yang jelas2 bertentangan dengan agama, saat perempuan-perempuan dipamerkan kecantikannya, saat kemolekan tubuh mereka dikonsumsi oleh banyak manusia, anehnya pemerintah mendukungnya, dengan hanya satu alasan, demi mengundang tamu-tamu pariwisata, yang juga belum tentu terjadi setelahnya.

Setiap yang bertentangan dengan agama maka disebut kemungkaran, WAJIB hukumnya menentang, dan hadits diatas merupakan ancaman bila kita tak ambil bagian buat menegakkannya, paling tidak tanamkan didalam hati bahwa kita tak pernah setuju dengan perbuatan dosa.

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
(QS. 5:79)

Wanita tercipta memang sudah dengan keindahan, tanpa diperlombakan mereka sudah diakui oleh agama sebagai perhiasan yang menghadirkan kebahagiaan, tetapi kesalehan menjadi ukuran dan bukan kecantikan semata.

Indonesia saat ini, tak memiliki pemimpin yang takut Allah, mereka gelontorkan izin buat perbuatan dosa, mereka menantang hukum Allah, padahal ancaman yang pedih telah benar2 disiapkan olehNya.

Wanita diadu kecantikannya, lalu apa bedanya dengan binatang-binatang peliharaan yang juga diperlombakan, sungguh kenyataan yang teramat memprihatinkan dan tentunya faham YAHUDI dibalik semua tipudaya ini.

Bertepatan dengan hari jum’at yang mulia, selipkan do’a buat bangsa ini, sempatkan bermunajat lirih kepada Pencipta semesta, agar putri2 bangsa indonesia ‘terjaga’ dari fitnah, dan semoga Allah ampuni negri tercinta kita.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Jum’at, 6 september 2013

Footnote: hadits shahih imam Turmudzi