حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَنَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari bapaknya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang yang memutus silaturrahim.” (HR. Turmudzi : 1832)

Menyambung silaturahim kepada saudara adalah perbuatan mulia, menyambung silaturahim kepada mereka yang telah sengaja memutuskan adalah perbuatan yang teramat mulia, sedang memutuskan silaturahim dengan alasan apapun tidak dibenarkan dalam agama dan tergolong perbuatan tercela, kecuali terhadapa ‘musuh2’ Allah dan RosulNya, untuk alasan yang satu ini bahkan memeranginyapun diperkenankan.

Hadits ini menjadi ancaman serius buat orang-orang yang memutuskan silaturahim, mereka tak akan masuk syurga dan bahkan pada hadits-hadits lainnya disebutkan bahwa mereka bahkan tak akan mencium aroma syurga, yang padahal semerbak wanginya tercium sejauh jarak 500 tahun perjalanan.

Maka sambunglah yang terputus, dan rawatlah yang sudah terjalin, karena mengikuti hawa nafsu hanya akan mendatangkan petaka, didunia dan setelahnya.

Momentum lebaran kemarin, adalah waktu yang tepat buat memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, tak baik menyimpan terlalu lama dendam dan amarah, karena ‘pemenang’ yang sesungguhnya adalah mereka yang ‘harum’ namanya, karena tutur kata dan perbuatannya.

Yang berhak marah adalah Allah, karena karuniaNya kelewat banyak kepada kita, sedang rasa syukur dan penghambaan yang kita lakukan boleh jadi masih teramat sedikit, tetapi tetap saja Dia memberikan ‘peluang’ buat hambanya memperbaiki diri, Dia Maha Pemaaf.

Permusuhan hanya akan mendatangkan kegelisahan, permusuhan adalah sebuah ‘strategi’ syeitan untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan jahat dan keji, yang pada akhirnya akan membuat manusia menjauh dari Allah.

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. 2 : 169)

Bersilaturahimlah, karena ada syurga yang telah Allah janjikan, janjiNya adalah benar, seperti juga tentang kebenaran ancamanNya kepada mereka yang memutuskan silaturahim.

Pilihannya saat ini, masihkah pantas hawa nafsu amarah dan dendam yang akan diperturutkan?, atau mencoba menjadi manusia ‘istimewa’ dengan lautan maaf kepada sesama?, ada janji dan ancaman dariNya, dan keduanya adalah kebenaran yang nyata dan tak terbantahkan, karena demikian firmanNya didalam al-Quran.

Wallahu A’lam Bisshowab.