حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِى عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ أَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَطْفِ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَلَوْ بِعُودٍ تَعْرُضُهُ عَلَيْهِ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ .

Dari Jabir dari Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam, beliau bersabda: “Tutuplah pintumu dan sebutlah nama Allah, sesungguhnya setan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Matikan lampu kalian dan sebutlah nama Allah! Tutuplah bejanamu walaupun hanya dengan sebatang ranting yang merintang di atasnya, dan sebutlah nama Allah! Ikatlah tempat minum kalian, dan sebutlah nama Allah!” (HR. Abu Dawud : 3733)

Menyebut nama Allah adalah sebuah kenikmatan tersendiri, menyebut namaNya selalu mendatangkan ketenangan dan rasa aman, tetapi untuk menjadikan nama Allah ‘menempel’ pada lisan membutuhkan pelatihan dan harus dibiasakan dalam keseharian, pada akhirnya menjadi sebuah ‘refleks’ yang akan dengan sendirinya terucap dari lisan dalam setiap keadaan.

Hadits ini merupakan ‘ijazah’ dari Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam tentang keutamaan menyebut namaNya yang agung, dan merupakan janji dari beliau yang pasti benar adanya, menyebut nama Allah saat menutup pintu, saat mematikan lampu, saat menutup bejana dan tempat minum merupakan sebuah usaha kongkrit yang paling sempurna, karena ketika menyeut namaNya berarti telah melibatkan Allah, dan ketika telah melibatkanNya maka akan selalu dalam penjagaanNya, dan bila Allah yang telah menjaga maka segala kejahatan syeitan dan manusia tak akan pernah bisa menyentuh kita.

Syeitan adalah musuh nyata manusia, mereka mempunyai ‘teman2’ setia, yaitu para pendurhaka dan pendosa, mereka saling bekerjasama untuk mendatangkan bencana, mereka mempunyai banyak rencana jahat buat merugikan banyak orang dikehidupan dunia dan kehidupan nantinya, semangat hadits diatas mengajarkan kita semua untuk memproteksi diri kita dengan menyebut nama Allah dari semua tipu daya syeitan dan bala tentaranya.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”. (QS. Al-An’am : 112)

Ayat ini jelas menyatakan bahwa syeitan itu berupa jin dan manusia, dan mereka saling mempengaruhi untuk perbuatan jahat, dan tugas kita adalah menjauhi mereka, agar tipu daya dan segala rencana jahat mereka tidak menjadi bencana buat kita.

Ternyata tidak cukup hanya dengan mengunci pintu, tak cukup hanya dengan membayar satpam atau petugas penjaga buat mendatangkan rasa aman pada tempat tinggal kita, ada penjagaan yang Maha Sempurna, yaitu ketika selalu menyebut namaNya dalam setiap aktivitas kita.

Bila Allah yang melindungi, jangankan satu syeitan, semua makhluk berkumpul dan bersatu, mereka berencana jahat untuk kita, niscaya kejahatan mereka tak akan menyentuh kita karena Yang Maha Segala selalu bersama kita. Maka sempurnakanlah ikhtiyar kita dengan selalu ‘bergantung’ kepadaNya, dan caranya teramat sederhana, SEBUTLAH NAMA ALLAH, maka siang dan malam yang dilewati selalu dalam penjagaanNya.

Wallahu A’lam Bisshowab.