​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sedikit kajian tentang Pahala & dosa yg mengalir, Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam Bersabda:
 
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – يَعْنِى ابْنَ جَعْفَرٍ – قَالَ أَخْبَرَنِى الْعَلاَءُ – يَعْنِى ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ – عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Dari Abu Hurairoh, bahwasanya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda : “barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan maka baginya pahala seperti pahala2 orang2 yang mengikutinya tanpa mengurangi dari sedikitpun pahala mereka, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa2 orang2 yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka”.
(HR. Abu Dawud : 4661)

Banyak cara yang Islam tawarkan kepada setiap pemeluknya untuk mendapatkan banyak keuntungan dari sebuah perbuatan yang dilakukan, diantaranya seperti makna yang tersurat dalam hadits lanjutan di atas, betapa yang disampaikan oleh Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam teramat menggiurkan dan menguntungkan.

Mengajak orang lain berbuat baik maka akan mendapatkan pahala kebaikan perbuatan tersebut dan terus dilipatkan mana kala diikuti oleh banyak orang, inilah yang sudah pasti akan didapatkan oleh setiap guru, setiap juru dakwah atau siapa saja yang selalu mengajak orang berbuat baik dan semakin baik dihadapan Allah.

Janji Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam diatas berlaku bila melakukannya dengan niat tulus karena Allah dan bukan karena yang lainnya, disinilah kekuatan niat menjadi penentu.

Tidak ada satupun makhluk yang bisa menyembunyikan niatnya dari Allah, berbuat kebaikan bukan berharap bayaran manusia, tetapi mengharap bayaran dari-Nya, karena bayaran Allah akan terus terjadi kendati badan telah masuk kedalam tanah, sedang bayaran manusia hanya sebatas di dunia.

Kita butuh banyak membawa kebaikan untuk bertemu denganNya, agar tak dapatkan kesengsaraa yang teramat mengerikan nantinya. Dalam Firmannya :

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَهُم مِّن فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.”
(QS. An-Naml : 89-90)

Kematian pasti akan menghampiri setiap kita, tetapi kapan pun itu terjadi akan tetap terasa indah dan membahagiakan bila sejak dini telah menebar banyak kebaikan dan menyeru kepada banyak kebaikan dengan niatan karena Allah dan bukan karena lainnya.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Hanya ini yg bisa Al-Faqir sampaikan, untuk pembelajaran pribadi sendiri dan Mudah2an bermanfaat juga bagi yg membaca agar tidak pernah ragu untuk mengajak hal dalam kebaikan..

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ