Lemah Lembut

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ يُونُسَ وَحُمَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَيْهِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ

Dari Abdullah bin Mugoffal, bahwasanya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia menyukai kelembutan dan Dia akan memberi kepada kelembutan yang tidak diberikan jika seseorang bersikap kasar.”
(HR. Abu Dawud : 4809)

Hadits pagi ini mengandung keutamaan sifat lemah lembut, anjuran untuk berakhlak dengannya, serta tercelanya sifat kasar dan keras. Sesungguhnya sifat lemah lembut merupakan sebab untuk meraih segala kebaikan, siapapun yang ‘berhias’ dengan sifat ini maka akan selalu ‘dikerumuni’ dengan orang2 yang baik, karena Allah mencintai pemilik sifat tersebut, begitulah yang dilakukan oleh Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam dalam sepanjang hayat beliau, sehingga membuat banyak kawan bahkan lawan yang ‘terpesona’ dengan kemilau akhlak beliau.

Pada hadits lain Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda : “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang diharamkan dari neraka atau neraka diharamkan atasnya? Yaitu atas setiap orang yang dekat dengan manusia dengan lemah lembut dan suka memberikan kemudahan.”

Pemilik sifat lemah lembut dan yang senang memberikan kemudahan kepada saudaranya yang sedang kesusahan mendapat jaminan dari Nabi Sholallahu Alaihi Wasalam dari siksa neraka dan tentu akan berlaku sebaliknya.

Rasulullah memerintahkan setiap Muslim supaya bersikap lemah lembut, bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga terhadap semua makhluk Allah, beliau mengajarkan kepada para sahabatnya untuk berlaku baik termasuk terhadap binatang yang akan disembelih, beliau menganjurkan untuk mengasah pisau yang akan digunakan menyembelih agar diasah setajam-tajamny­a.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِي­نَ

“Maka dengan sebab rahmat dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah lembut kepada mereka (sahabat-sahaba­t dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka akan lari dari kelilingmu. Maafkanlah dan mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahla­h dengan mereka dalam setiap urusan. Kemudian apabila engkau telah bersepakat maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya. (QS. Ali Imran : 159).

Sifat lemah lembut langsung Allah ajarkan kepada nabi Sholallahu Alaihi Wasalam, sifat ini menjadi ‘modal’ utama untuk mengajak kepada kebaikan dan membuat banyak orang bersimpatik, karena sifat lemah lembut pastinya akan selalu menghadirkan ‘kedamaian’ dan kebahagiaan bagi siapa saja.

Berlemah lembutlah, jadikanlah ia sebagai ‘perhiasan’ yang selalu dikenakan dalam setiap keadaan, dan rasakan betapa hidupmu akan berlimpah kasih dariNya dan semua makhlukNya.

Wallahu A’lam Bisshowaab.