​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــمِ اللّــــهِ الرَّحْمَــــنِ الرَّحِيْــــــمِ

Ada beberapa pertanyaan tentang :
Jodoh, Rejeki Dan kematian, dan ini akan membuat bingung, maka saya akan coba memberikan penjabaran dan pengertian sedikit dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki :

Allah sudah menentukan bahwa setiap manusia diberikan pasangan, namun apakah yang bersangkutan mau atau tidak, karena qodar nya datang setelah qhodo nya Allah, nah buat mencapai qodar kita harus berusaha, maka Allah menjadikan usaha itu sebagai qhodar bagi orang itu, dan jangan sesekali kita salahkan Allah, semisal contoh :

Ada seseorang mencuri, lalu si pencuri berkata : saya mencuri karna takdir saya menjadi pencuri.

Nah yang seperti ini berarti berdusta atas nama Allah. Naudzubillah.

Allah telah memberikan Qhodo ” Peraturan ” dan peraturan Allah jelas. Mencuri itu di larang, maka jangan kau berbuat hal yang dilarang,
Kalau ternyata terus bergaul atau menjadikan sifat kita lebih kearah ingin mencuri, maka jalannya pun terbuka,
Namun qhodarNya Allah : menetapkan ia sebagai pencuri karena yang bersangkutan ingin akan pekerjaan nya menjadi pencuri, dan bukan dikarenakan Allah yang ingin.

Dan dalam contoh lain:

Ada makanan yg di sajikan buat kita, namun kalau kita tak ambil maka makanan tersebut tetap utuh, dan tidak kita makan, oleh karenanya agar kita makan maka kita usaha memasukan nya ke mulut dengan cara kita mengambilnya, dan selanjutnya makanan yang ada pun walau di peruntukan untuk kita, tapi terkadang masih ada yg tersisa, maka itu adalah kiasan dari Qhodo dan Qhodar.

Jelas sudah Allah hanya menyempurnakan kesemua makhluknya yang mempunyai Akal, karena jalannya begitu terbuka, walaupun jika niatan buruk Allah telah berikan teguran agar jangan melakukan hal tersebut lewat hati kecil Makhluknya.

Sifat Kasih sayangnya Allah kepada Makhluknya begitu indah, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ

Allah menulis kebaikan dan kejahatan,

فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ

“Siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali, bahkan lipatganda yang tidak terbatas.

وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً

”Sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.”(HR. Bukhory & Muslim).

Indah bukan.. ?? Apakah masih berani kita mengatakan kesemua niatan baik dan buruk kita Karena Allah.. ?

Kesemua usaha, kitalah yang melakukan dan kesemua usaha itu Allahlah yang menyempurnakannya.

Allah menjadikan sesuatu dengan sebab musabab:

Sebab nya orang pintar karna belajar.
Sebab nya orang bodoh malas nya belajar.
Sebab nya orang kaya, karena berusaha.
Sebab nya orang susah karena malas.

Waallahu a’lam.

kira-kira seperti itulah pengertiannya dari hakikat Qhodo dan Qhodar.
Semoga bermanfaat untuk kita semua agar selalu Taqorrub ilallah…

استجـــــب دعــان يــااللــه آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Al-Faqir ㊤αuƒΐ㉿ ‎​‎​bΐη ₪uℜ