Renungan buatku & semua sahabatku.

Diantara waktu istirahatmu, kita baca & renungin dikit nyok, sejenak saja pesan sahabat nabi yg disebut “gerbangnya kota ilmu” ini:

الإمام عليّ : ثَلاثَةُ أشياءَ في كُلِّ زَمانٍ عَزيزَةٌ ، وهِيَ : الإِخاءُ فِي اللهِ ، وَالزَّوجَةُ الصّالِحَةُ الأَليفَةُ في دينِ اللهِ ، وَالوَلَدُ الرَّشيدُ. ومَن أصابَ إحدَى الثَّلاثَةِ فَقَد أصابَ خَيرَ الدّارَينِ ، وَالحَظَّ الأَوفَرَ مِنَ الدُّنيا.

Imam Ali bin Abi Thalib : Ada 3 hal yang sangat agung sepanjang masa yaitu: Persaudaraan karena Allah, Istri Sholehah yang ramah penuh cinta dan Anak yang cerdas. Barang siapa yang mendapatkan satu saja dari yang 3 itu maka ia telah mendapatkan kebaikan dunia akhirat dan keuntungan yang besar di dunia. (Dikutip dari Kitab Misbah al-syari’ah)

Bagaimana dengan kita?

Sebagian kita terjebak oleh pemikiran yg keliru: memusatkan pikiran dan memaksimalkan waktu untuk mencari keuntungan besar di dunia lalu menyia-nyiakan persaudaraan, menelantarkan istri atau bahkan tak sempat punya waktu buat anak-anak.

Lalu berdalih dengan pembenaran, ӑӄυ sibukkan untuk kebahagiaan istri dan anak-anak, Justru membuat alasan membahagiakan mereka, dan sebagian kita terjebak pada rutinitas dan pengabdian semua

Lalu ada pembenaran lain: aku menjalin jaringan banyak juga karena Allah, lalu dgn tetap pura-puara mesra dengan istri di rumah, tetapi jauh lebih romantis dengan teman-teman baru di jaringanmu ȉτυ.

Sahabat Janganlah berlindung di balik kesibukan lalu tak menjalani fungsi yang seharusnya menjadi seorang suami, istri, ayah, bunda.

Maafkan ya….

Tetapi aneh saja, dulu bersikeras mencari pasangan, setelah dapat kini menelantarkan. Dulu, berjuang mendapatkan anak, setelah diberikan kini menyia-nyiakan.

Lalu, sebagian menggunakan pembenaran kembali: oh maaf yaa, dulu saya tuh terpaksa menikah dgn dia, dia yg kejar-kejar saya, lagian komitmen awal juga harusnya gak punya anak dulu, eeh dia maksa-maksa, sekarang begiini deh jadinya

Ingatlah sahabat Keadaanmu hari ini, adalah hasil keputusanmu pd masa lalu

~Al-Faqir ~㊤αuƒΐ㉿ bΐη ₪uℜ~