بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

Allahuma sholi ala sayyidina Muhammad wa Ala alihi wa sohbihi wasalam.

Puja dan puji kita lantunkan kepada junjungan kita nabi yg insyallah menjadi penyelamat kita kelak Nabi Muhammad SAW. Di awal bulan kelahiran Rasulullah saya ingin mencoba menuliskan sekilas sejarah singkat pejalanan Beliau, sedari kecil hingga diangkat menjadi Nabi dan Rasul Oleh Allah. Agar kita lebih bisa meneladani-Nya(Rasulullah) sebagai idola kita

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yg baik bagi orang yg mengharapkan (keridhoan) Allah, hari akhir dan ia banyak mengingat Allah”(QS. Al-Ahzab: 21)

Rasulullah adalah suri tauladan untuk semua umat Islam di Dunia, karena begitu mulia akhlak beliau bahkan sahabat mengatakan beliau adalah Al-Qur’an berjalan, karena semua sifat dan Akhlaknya mengikuti Al-Qur’an.

Sahabat, sudah sepantasnya kita sebagai umat terpilih, umat yg kata Rasul beruntung, beruntung dan beruntung mencontoh dan meneladani seluruh aspek kehidupan Beliau dimulai dari mulai ibadah, Muamalah dan lainnya, walaupun terkadang tidak banyak ulama yang menfatwakan perkara-perkara baru, akan tetapi kesemua itu boleh dilakukan asalkan tidak keluar dari koridor syariat yang telah ada. Wa-allahu alam.

Sahabat, sungguh sangat disayangkan seandainya Kaum Muslimin memiliki sosok/figur yang diteladani selain Beliau Rasulullah SAW. Bahkan kenyataan sekarang tidak sedikit dari teman, keluarga, saudara yang seiman memiliki idolanya sendiri, bahkan mengikuti prilaku idolanya, bahkan kadang prilaku itu bertolak belakang dengan Akhlak Islam.

Sahabat, dengan kefaqiran ilmu saya, saya akan sedikit menuliskan hikmah dari sejarah Rasulullah SAW sedari kecil hingga dewasa.

MASA KETIKA RASULULLAH KECIL.

Sedari kecil Rasulullah SAW telah mendapatkan pendidikan dasar yg menunjang pembetukan pribadinya sejak dalam asuhan keluarga tercinta. Asal usul Rasulullah pun berasal dari keturunan yang baik, dimana bapak dan ibunya di kenal sebagai pribadi yg begitu mulia di kalangan masyaraka kaum Quraisy. Begitu juga dengan kakek dan keluarganya yg lain, Ja’far bin Abi Thalib berkata sewaktu Raja Nabsy bertanya: ” kami mengenal pribadi beliau ebagai pribadi yg mulia, tidak pernah berkata dusta dan menyambung atau mengekalkan tali kekeluargaan, beliau berasal dari keluarga yg kami ketahui nasabnya(keturunan).

Setelah menginjak usia 2 tahun Beliau di asuh oleh Halimatus Sa’diyah di daerah pedalaman Arab yg masih memelihara kemurnian bahasa dan watak alamiah seorang anak. Hingga sedari kecil Rasulullah mempunyai Akhlak yg baik. Disadari tidak lingkungan memberi pengaruh yg sangat besar bagi proses pembentukan pribadi Seseorang.

Dari sini kita ambib hikmah dari kehidupan Beliau di masa kecil, yaitu persiapan untuk membangun pribadi yg tangguh harus memperhatikan lingkungan dan pergaulan, serta peran penting orang tua. Sebab sifat2 mulia hanya akan timbul manakala lingkungan memberi ruang untuk timbulnya sifat tersebut. Wa-Allahu Alam.

KETIKA RASUL BERANJAK DEWASA.

Ketika Rasul beranjak dewasa atau sejak Beliau berusia Muda, Rasulullah telah menunjukan sikap kemandirian dengan tanpa disuruh Dia membantu mengembala domba-domba keluarganya. Begitu mandirinya hingga menimbulkan rasa tanggung jawab sejak beliau beranjak dewasa.

Begitu juga ketika dikalangannya banyak ditemukan peribadatan2 sesat seperti menyembah berhala meminum khamr dan kebiasaan buruk lainnya, dengan modal kemandirian dan akhlak yg baik yg sejak dini tertanam Rasul tetaplah konsisten tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan yg dilakukan para pemuda dilingkungannya. Dari sini kita bisa mengngambil hikmah bahwa sudah keharusan bagi setiap muslim untuk menjaga fitrah(kesucian) yang ada pada dirinya. Dalam firman Allah SWT:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada Agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan fitrah itu ( QS. Ar Rum : 30 )

Dalam kondisi terburuk sekalipun nikmat fitrah yg lurus masih bisa di jaga. Melatih dan membiasakan berfikir sehat untuk mengembalikan segala kejadian pada Allah. Pernah suatu kali terlintas pada diri Rasulullah untuk pergi menonton pertunjukan di pasar malam di pusat kota, akan tetapi di tengan perjalanan Allah memberikan rasa kantuk sehingga beliau tertidur di bawah pohon kurma hingga pagi hari. Lalu dikemudian hari dengan kesadarannya bahwa di telah melakukan kesalahan dan beliau berkata:“Suatu kali hatiku terpikat untuk melihat pertunjukan itu namun Allah SWT melindungi dari perbuatan itu”

Dari kejadian diatas menunjukkan bahwa harusnya ada peran yang mendukung untuk pengawasan, pengarahan terhadap perbuatan yang mengandung kesia-siaan, karena dampak dari kesia-siaan sendiri bisa menanamkan untuk hanya mereguk kenyamanan dan rasa santai.
Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

غْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].
Wa-Allahu Alam.

KETIKA RASUL DEWASA HINGGA ALLAH ANGKAT MENJADI NABI/RASULULLAH.

Semakin bertambah kedewasaan beliau semakin memperkuat kepribadiannya, beliau mempekuat posisi perasaannya agar terhindar dari segala bentuk yang terhubung dengan kebejatan akhlak yg melanda masyarakat kala itu, dan Beliaupun bertambah jujur dalam segala hal dan akhirnya diangkat oleh Siti Khadijah untuk membantunya berdagang. Selama berdagang Rasul begitu jujur jika ada barang yang dia tau tidak baik dia katakan sesjujurnya, hingga dikarenakan rasa jujur dan kepribadian yg kuat siti khadijah jatuh hati kepada Rasul, dan Rasul pun meminangnya kala itu siti Khadijah berusia 40 tahun lebih tua, mengapa Rasul memilih Siti Khadijah dikarenakan 4 syarat telah terpenuhi, begitu sayangnya siti Khadijah memberikan dukungan baik moril dan materil dan beliau (siti Khadijah) yg pertama kali tanpa ragu menerima ajakan untuk beriman Kepada Allah.

Makin mendekati saat-saat terbesar dalam sejarah kehidupan Rasulullah, dan beliau makin meningkatkan frekuensi untuk mendapatkan kekuasaan memikul beban berat. Firman Allah dalam Surat Al-Muzammil :5 :

“Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu perkataan yang berat”

Hikmahnya, makin besar Amanah yg di pikul seseorang, makin besar kebutuhannya untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk berserah dan mengadukan semua dihadapan-Nya (Allah). Di balik semua ini, kunci sukses Rasulullah yg utama adalah kesediaannya secara total menerima apa yang datang dari Allah baik yg beliau pikir masuk akal dan tidak. Hal ini terlihat dari kesungguhannya ketika Allah memerintahkan untuk berda’wah kepada kaum Quraisy dengan jalan jahriyah(sembunyi2) dan terang-terangan walaupun untuk itu semua penuh perjuangan, Rasul dilempari batu, dihujat, dll hingga kadang melukai tubuhnya, akan tetapi Beliau(Rasul) tetap teguh menjalankan perintah Allah.

Hal inilah yg dapat kita ambil dari Rasulullah sebagai umatnya, bentuk pribadi yang kuat bertanggung jawab serta taat dan berserah dan selalu mahabbah kepada Allah.

“Sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik2nya petunjuk adalah petunjuk Muhammad,Seburuk-buruknya (di dalam agama) adalah perkara2 yg diada-adakan,setiap yg diada-adakan itu adalah bid’ah,setiap bid’ah itu adalah kesesatan dan setiap kesesatan (tempatnya diNeraka).”(HR.Muslim.867)

(Nb: untuk masalah Bid’ah sudah ada pembahasan nya di page lain blog ini).

Sahabat dari sedikit kisah sejarah perjalanan Rasul sedari kecil hingga diangkatnya Beliau menjadi Rasul, tinggal bagaimana kita mengkondisikan diri kita dan keluarga untuk menapak jalan yg lurus mengikuti jejak para Salafus Salihin pendahulu kita. Amin .

SEKILAS AKHLAK RASULULLAH SAW. MENURUT HADITS.

“Diriwayatkan oleh Aisyah RA: suatu hari Rasulullah membeli makanan kepada seorang yahudi, untuk membayarnya beliau (Rasulullah) menggadaikan baju besinya”

“Riwayat lain dari Aisyah Ra: Aisyah pernah ditanya tentang apa yg dilakukan Rasulullah ketika berada dirumahnya. Ia (Aisyah) mengatakan Rasul menambal bajunya. Dan menjahit sendiri dan menyambung sandalnya yg putus.”

“Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah tidak pernah mencela sedikitpun makanan, jika Dia berselera dia akan memakannya jika tidak dia akan meninggalkannya”

“Dari Aisyah RA: pernah meriwayatkan bahwa selama 40hari lampu rumah Rasulullah dan dapurnya mati dan tak berasap, selama masa itu tidak secuil makanan yg dimasak karena tak memiliki bahan untuk dimasak. Banyak sahabat yg mendengar dan bertanya ‘bagaimana engkau makan ya Aisyah? Aisyah menjawab: ‘Kami hanya memakan kurma dan air selama masa itu” Subhannallah

Diriwayatkan oleh Uman bin Khattab: suatu hari ketika Umar hendak masuk kebilik Rasulullah disamping masjid terlihat olehnya pemandangan yg membuat tersekat hatinya. Terlihat Rasulullah tertidur diatas selembar tikar tua, di wajahnya tampak jelas guratan alur tikar. Tak kuasa menahan rasa pedih di peluknya tubuh Mulia itu, terlalu banyak rahmat, cinta, dan kasih sayang dan berkahnya yg mengalir dari jiwa ini melihat kelakuan Umar, Rasul pun tersenyum seraya berkata: “Ya Allah, Janganlah engkau jadikan dunia Ambisimu”.

Dari kisah lain pernah pada saat itu beberapa istri beliau menhgajukan tuntutan kenaikan uang belanja. Permintaan ini sebenarnya wajar dan sah. Ketika itu makin banyak sahabat yg dapat hidup layaj dan berkecukupan, hasil dari ghonimah. Namun, kehidupan dapur istri2 Rasul tidak berubah, sepertu Kata Aisyah, “kadang-kadang mengepul asap dari dapur kadang tidak” Namun reaksi Rasul tetap pada pendiriannya, siap dengan kondisi itu atau diceraikan secara baik-baik.

Wa-Allahu Alam bishowab.

Hikmah dari ini semua adalah suri Tauladan yg di berikan oleh Rasulullah kepada setiap Muslim. Betapa sejuk dan nyamannya dunia ini, jika banyak orang yg mengikuti tauladannya. Seorang Muslim yg memahami hakikat ajaran Islam dengan benar, pasti akan menjadikan dirinya bagian dari barisan panjang orang-orang yang meneladani beliau (Rasulullah). Sebab disanalah kebaikan, keberkahan dan Syafaatnya terdapat bagi yg mencintai beliau.

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh “Engkau

Sahabat, bukan maksud menggurui ataupun menasehati, tapi nasihat bagi saya sendiri agar selalu meneladani Rasulullah SAW.
karena Hanya ini yang dapat saya tuliskan dengan kefaqiran ilm yg saya punya. Walaupun tidak secara rinci sejarah perjalanan Rasulullah SAW insyaallah kita semua dapat meneladani dan menjadikan idola kita semua sebagai umatnya dan selalu menjalani Sunnah-Sunnahnya sebagai penyempurna iman.

Mohon maaf atas semua kesalahan. Hadanallah wa iyyakum azmain wal afwu minkum

السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ