“Maha suci (Allah) yang telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad
s.a.w.) pada suatu malam hari, dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha, yang telah Kami berkati sekelilingnya, karena hendak Kami perlihatkan kepadanya tanda-…tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.”
(maksud ayat 1 s.al-Isra’)

Allah Subhana Wa’ Ta’ala telah mengisra’kan (memperjalankan diwaktu malam hari) Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam. dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palistina). Dahulunya orang biasa berjalan kaki dari satu tempat ketempat, ataupun menaiki kuda, keledai, unta dan sebagainya.
Perjalanan dari Makkah ke Palestina mengambil masa lebih kurang 40 hari. Ini adalah suatu perjalanan yang jauh, tetapi dengan kuasa Allah Subhana Wa’ Ta’ala telah dilakukan dalam
masa yang singkat, hanya dalam beberapa jam sahaja. Bagi orang dahulu, perrjalanan yang demikian jauh jika dapat dilakukan dalam masa beberapa jam sahaja adalah suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat diterima oleh akal mereka.
Sebabnya belum ada kenderaan yang mereka tunggangi seperti kuda, keledai
ataupun unta yang boleh melakukankannya. Pada zaman yang serba maju sekarang ini, hal itu telah menjadi perkara biasa, dengan adanya pesawat udara dan kenderaan lain yang laju.
Oleh karena itu mereka yang tidak beriman seperti Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya menggunakan peristiwa ini untuk menjatuhkan nama
baik Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam. dengan menuduh Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. seorang pendusta dan
berbagai tuduhan keji lainnya.
Mereka yang beriman dapat menerimanya karena ia merupakan salah satu
tanda dari kekuasaan Allah Subhana Wa’ Ta’ala. yang telah pernah diberikan kepada
Rasul-rasulnya yang lain seperti Nabi Isa Alaihi Salam. yang dilahirkan dengan
tidak mempunyai ayah malah beliau dapat berkata-kata diwaktu bayi, dapat
menyembuhkan orang yang sakit, dapat menghidupkan orang yang telah mati
dan sebagainya.
Demikian pula Nabi Musa Alaihi Salam tongkatnya dengan kuasa Allah telah menjelma menjadi ular yang besar yang dapat menelan dan mengalahkan ular ahli sihir raja Firaun. Malah Nabi Musa dengan tongkatnya dapat membelah lautan untuk menyelamatkan para pengikutnya dari kejaran Firaun dan bala tenteranya. Banyak lagi tanda-tanda kekuasaan dari Allah. yang telah diberikan kepada para Rasul yang disebutkan dengan mu’jizat dan kepada hambanya yang solih disebutkan
sebagai karamah.
Dalam perjalanannya, Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. telah ditunjukkan berbagai contoh teladan yang berguna untuk ummat manusia. Antaranya, kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. telah ditunjukkan seorang tua yang terus menerus menambahkan beban yang sedang dipikulnya. Meskipun ia tak mampu lagi membawanya tapi masih juga menamban beban yang telah banyak itu sehingga menyusahkan dirinya sendiri.
Ini diumpamakan kepada seseorang yang memegang banyak pekerjaaan
yang menjadi tanggung jawabnya. Sehingga tidak ada satupun pekerjaan yang
dapat ditunaikan dengan baik.Tetapi masih juga menerima tugas baru.
Sepatutnya ia hanya menerima tugas yang ia sanggup menyelesaikan dengan
baik. Akan tetapi oleh sifat tamak dan ingin menunjuk-nunjuk atau supaya
populer, masih juga menerima tugas yang dia sendiri tak dapat menunaikan
dengan baik.
Padahal masih ramai orang lain yang tidak mempunyai pekerjaan atau menganggur, tetapi orang ini tidak diberikan kesempatan tugas itu. Jadi terjadilah ketidak seimbangan yang akan merugikan masyarakat dan negara. Kepada yang seorang memikul banyak sekali tugas dan yang lainya menganggur.
Kepada Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasalam. juga telah ditunjukkan suatu kaum yang bertanam sehari dan menuai sehari. Ini diumpamakan kepada orang yang melakukan amal kebajikan yang telah dilipat gandakan Allah pahalanya.
Kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. juga telah ditunjukkan orang lelaki yang suka memakan makanan yang telah tercemar, telah busuk, sedangkan disampingnya ada makanan yang bersih dan baik, akan tetapi makanan yang bersih dan masih baik ini tidak dijamahnya. Ini diumpamakan kepada lelaki yang suka berzina. Isterinya sendiri tidak diperdulikan, yang menjadi kesukaannya ialah perempuan pelacur, sehingga akhirnya dia mendapat berbagai penyakit kelamin, penyakit AIDS dan sebagainya sehingga menghancurkan kehidupannya malah keluarganya juga turut terkorban, akibat perbuatan kejinya itu.
Masih banyak lagi perumpamaan lainnya, semuanya ini merupakan tanda-tanda kebesaran Allah Subhana Wa’ Ta’ala. yang ditunjukkan kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. untuk menjadi contoh teladan kepada ummat manusia.
Hasil dari Isra’ dan Mi’raj Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. yang terbesar sekali ialah menerima tugas perintah dari Allah Subhana Wa’ Ta’ala.menunaikan ibadah Sholat (sembahyang). Banyak arahan melakukan ibadah lainnya diterima melalui wahyu yang diturunkan Allah Subhana Wa’ Ta’ala. Ibadah solat diterima langsung daripada Allah Subhana Wa’ Ta’ala. ini menunjukkan keistimewaan sholat.
Tidak ada alasan bagi siapapun untuk meninggalkan sholat. Jika kita sakit tak mampu menunaikan dengan berdiri, boleh ditunaikan dengan duduk. Tak sanggup duduk boleh secara berbaring. Tak boleh dengan berbaring boleh dengan isyarat. Tak ada air boleh tayammum, pendek kata ibadah solat mestilah ditunaikan dalam keadaan apapun juga dan dimanapun kita berada.
Kecuali jika timbul sesuatu halangan yang memang telah ditakdirkan Allah seperti tidak siuman (gila), kita pingsan, tak sadar diri ataupun lainnya.
Sebelum menunaikan solat kita mesti terlebih dahulu membersihkan diri kita daripada najis dan mengambil air sembahyang. Tempat kita bersujud perlu juga
bersih. Ketika mendirikan sholat kita hanya menumpukan seluruh perhatian
kita hanya kepada Allah Subhana Wa’ Ta’ala.
Semua yang kita lakukan sebelum dan ketika solat semua itu akan mendidik kita menjadi orang yang bersih, berdisiplin, dan insya Allah akan menyehatkan rohani dan jasmani kita dengan gerakan-gerakan yang dilakukan ketika solat. Insya Allah jika kita rajin menunaikan ibadah solat denga teratur dan rapi akan membentuk
peribadi yang sehat rohani dan jasmani. Inilah intisari Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam.
Semoga bermamfaat