Assalamualaikum Wr Wb,

Penulis coba mengupas apa hukum dan dasar-dasar dari berdirinya Khilafah islamiyah dalam sebuah negara.

Kaum muslim (ijma’ Ɣªήğ mu’ tabar) bersepakat mendirikan Khilafah itu adalah Fardhu Kifayah atas semua muslim. Dalam alasan beberapa kesepakatan para sahabat:

». Ijma’ sahabat, sehingga mereka lebih mendahulukan permusyawarahan tentang Khilafah daripada urusan jenazah Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam.
Disaat itu para pemimpin islam sungguh ramai membicarakan khilafah, saling berdebat dan mengemukakan siapa Ɣªήğ akan menjadi khalifah pengganti Rasulullah setelah beliau Wafat, dan akhirnya perdebatan itu mencapai putusan bahwa Sayyidina Abu Bakar Alaihi Salam menjadi Khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam.

». Tidak mungkin dapat menyempurnakan Kewajiban- semisal membela Agama, menjaga keamanan, dsb- selain dengan adanya khilafah.

» Beberapa ayat Al-Qur’ an dan Hadits menyuruh semua umat Islam menaatinya, Ɣªήğ dengan tegas menjadi janji Ɣªήğ pasti dari Allah. Kepada setiap muslimin Ɣªήğ mula-mula waktu hidup dalam ketakutan, kegelisahan, dan kezaliman, tetapi mereka berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Dalam firmannya Allah telah menjanjikan tegaknya Khilafah di Muka bumi:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang Ɣªήğ beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orana-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh ia akan meneguhkan bagi mereka agama yang di-Ridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa,”(An-Nur:55).

Jadi penulis rasa tidak ada alasan apapun untuk tidak menyetujui berdirinya khilafah islamiyah dalam suatu negeri Ɣªήğ bermayoritas islam.

Dasar-dasar Khilafah

Jika diperhatikan, Dalam masa Khulafur Rasyidin sistem Khilafah (pemerintahan) berjalan berdasarkan atas:

». Kejujuran dan keikhlasan serta tanggung jawab dalam menyampaikan Amanah kepada Ahlinya (rakyat), dengan tidak membeda-bedakan bangsa Agama dan warna kulit.

». Mempunyai rasa keadilan Ɣªήğ Mutlak terhadap seluruh umat manusia dalam segala sesuatunya

». Tauhid(mengesakan Allah), sebagaimana diperintahkan dalam ayat AlQur’ an agar menaati ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

». Kedaulatan rakyat Ɣªήğ dipahami dari perintah Allah Ɣªήğ mewajibkan taat kepada ulil amri(wakil-wakil rakyat). Seperti firman Allah :

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ إِنَّ اللّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ سَمِيعاً بَصِير.(58) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً.(59)

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhakmenerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.(An-Nisa: 58-59).

Menurut ahli tafsir- Imam Muhammad Fakhrudin Razi- dalam kitab tafsir Mafatihul-Gaib, beliau menafsirkan ulil amri disuatu tempat dengan ahlul halli wal ‘aqdi ( alim ulama, cerdik pandai, pemimpin-pemimpin Ɣªήğ ditaati oeleh rakyat), sedangkan dilain tempat beliau tafsirkan dengan ahli ijma'( ahli-ahli Ɣªήğ berhak memberi keputusan ). Kedua tafsiran tersebut maksudnya adalah:” wakil-wakil rakyat berhak memutuskan sesuatu, dan mereka itu wajib di taati sesudah hukum Allah dan Rasul-Nya”

Dari ayat-ayat ini jelaslah kiranya empat dasar pokok tersebut. Atas dasar-dasar itulah pemerintah islam disusun dan dibangun di tempat manapun dan dizaman bagaimana pun umat Islam berada. Dan dasar-dasar ini wajib menjadi pokok pendirian Negara.

Sekiranya hanya ini Ɣªήğ bisa penulis uraikan. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah dan bisa mendidik anak keturunan kita dan menjalankan khilafah di Negeri ini dan didalam keluarga.

Wa’ allahu ‘alam bishowab, wal afwu minkum waallahul muwafiq illa aqwamit thoriq.

Assalamualaikum Wr. Wb